Curug Badak dan Eksistensial Alam Semesta

Tak terpikirkan oleh saya mengunjungi Curug atau Air Terjun hari ini. Hampir tiga tahun yang lalu, Curug selalu jadi pemburuan terakhir setelah beres ujian akhir semester. Menjelajahi beberapa Curug memang selalu menyenangkan karena ada sensasi berbeda dari alam semesta. Dan Tasikmalaya tak kalah dari kota-kota lain yang menyimpan Curug sebagai surga tersembunyi  untuk sipa saja yang mengaguminya.

Apa kau percaya Curug adalah kehidupan bagi penghuni alam sebelah? Dulu saya bukan tak percaya tapi belum peka pada tanggapan seperti itu. Curug tak lebih dari salah satu miniatur alam semesta untuk liburan dan hiburan. Tak ada kaitannya dengan parameter pencapaian spiritual seseorang atau rumah makhluk astral.

“Saya udah males liburan ke Curug-Curug, ada rekomendasi tempat wisata lain?” ucap Zohard salah satu kawan perjalanan. Sudah empat tahun yang lalu dan baru saya pahami apa yang ia katakan.

Bagi sebagian orang percaya bahwa Curug selalu memiliki nilai-nilai mistik. Ada penghuni yang diam-diam memperhatikan manusia sebagai pengelana alam semesta. Sesama pengelana, mungkin saja mereka juga tak mau tersaingi atau tak ingin kehidupannya terganggu.

“Hatinya yakin nggak?” tanya Ersa tiga tahun yang lalu ketika pertama kalinya kami pergi ke Curug Arjuna. Persis seperti hari ini di mana pertanyaan itu menyadarkan lamunan yang membawa saya hampir setengah jalan.

Setengah hati memang tak ada di sini, ia memilih pergi ke tempat lain dari pada mengunjungi Curug. Dari pada terjebak dengan rutinitas yang membosankan dan di PHP-in dua teman dari Fakistan yang ingin mengenal tempat wisata di Tasikmalaya, saya pun tak ingin membuat Ersa kecewa karena ia sudah menunggu di Cisayong untuk mengantar saya dan teman-teman dari Fakistan. Hari ini mereka bermalam dulu di Pangandaran sebelum ke Tasikmalaya, Bandung lalu pulang ke Negaranya.

It’s been three years without coming to the nature. I trapped into the bustles of work and the crowd of heart. Going back to the nature is always be serene because nature is reborn. And now, let me walk deeply into myself.

Hari ini, saya ingin menjadikan Curug sebagai parameter dari miniatur alam semesta. Meskipun hakikat alam semesta mempunyai tafsiran luas dengan miniatur-miniatur yang tak hanya tersusun oleh Gunung atau Lautan. Alam semesta menyajikan banyak ruang untuk dijelajahi,direnungi dan dikenali berbagai kehidupan di dalamnya sebagai rasa syukur atas segala penciptaan-Nya.

Alam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah alam ghoib dan alam syahadah. Alam syahadah adalah alam yang terlihat yang disebut dengan istilah universe yang berarti seluruhnya. –Al Ghazali

Mengunjungi Curug Badak bukan sekedar hiburan atau liburan tapi merenungkan segala yang menjadi tanya. Dan memaknai keberadaan alam semesta sebagai tempat yang menyimpan segala kehidupan.

“Masih jauh nggak bu?” tanya saya ke Ersa. Napas mulai terengah ketika berdiam diri hampir menyerah.Sebenarnya bukan karena lelah, tapi ada sesuatu yang mulai mengganggu.

“Bentar lagi nyampe” kilat jawab Ersa. Jawaban penghibur seperti yang dilakukan para pendaki ketika seseorang menanyakan jarak tempuh menuju puncak.

“Bagus juga nih, pasang pernyataan kayak gini”

pembicaraan saya mulai dialihkan menutupi lelah dan takut karena waktu masih pagi berdua di dalam hutan. Sambil membaca tulisan itu, pikiran saya menerka-nerka siapa yang sering jalan dengan saya lalu jadian dengan orang lain? Sialan sekali tulisan ini. Saya tak bisa menaham senyum getir membaca dan mengingatnya.

Oke, kali ini saya mesti tersenyum meskipun melelahkan padahal hanya menghabiskan 30 menit di perjalanan. Menempuh jarak dengan jalan kaki tak selalu melelahkan atau kurang stamina karena jarang olahraga juga bukan alasan. Perasaan takut dan panik bisa saja menjadi penyebab utama membuat tubuh menjadi lumpuh.  Pikiran adalah kemudi sedangkan tubuh adalah alat yang dibawa oleh hati dan pikiran, jadi sebisa mungkin pikiran dan perasaanmu tetap sehat ya. 🙂

“Yakin membuat segalanya menjadi mungkin”

Tulisan di belakang saya sangat menguatkan siapa pun yang hendak mencapai tujuan. Bukankah begitu? Keyakinan selalu berdekatan dengan kebenaran dan keraguan hanya mengurung manusia pada ketidakmungkinan. Bahkan untuk tujuan sakral seperti pernikahan pun, hubungan tak akan menepi pada pernikahan jika tidak dilandasi dengan keyakinan dan kepastian. *eh kok jadi apa hubungannya? 😀  well it is not a problem karena kembali ke alam bukan hanya pembaharuan bagi jiwa-jiwa yang mengagumi keindahan-Nya. Alam adalah perenungan tempat di mana merenungkan segala yang lintas dalam pikiran. *termasuk pernikahan

“cape ya?” tanya Ersa. Saya tak menjawab apa-apa hanya mengangkat ke dua alis mata.

“Diam di sana bu, bagus nih aku foto ya” pinta Ersa agar saya berdiri memegang tali. Ini titik terakhir di mana kami harus turun melewati anak tangga untuk sampai ke tujuan.

30 menit melewati pohon pinus akhirnya saya dan Ersa sampai ke perairan. Waktu yang ditunggu-tunggu untuk menuntaskan rasa penasaran di mana Curug yang katanya masih perawan ini jarang dijamah para pejalan. Dulu, seorang perempuan pernah terpeleset sampai nyawa nya tak bisa diselamatkan. Alasan itu yang membuat saya berpikir dua kali mengunjungi curug Badak dan Batu Hanoman.

Hari semakin siang dan pengunjung mulai berdatangan. Kedatangan mereka tetap tak mengurangi rasa takut dan cemas yang saya harap memudar perlahan. Mereka datang dari kota hanya untuk mencari ketenangan dan tak berpikir panjang menelisik kehidupan di Curug itu seperti apa. Mereka juga tak menyadari di bawah tangga yang saya lalui ini ada jurang yang berdekatan dengan kuburan keramat.

Ersa Said, it was horrible! And I have to forget for a while during through this scary moment.

Tips SKSD sok kenal sok dekat bukan lagi pilihan bagi para pejalan yang takut tersesat atau tak punya teman.SKSD sok kenal sok dekat pun kini menjadi jalan ninja saya melupakan kuburan keramat dan Curug Badak yang pernah jadi tempat pembuangan mayat pada zaman penjajahan Belanda. Sejarah singkatnya seperti itu, kata lelaki paruh baya penjaga warung di depan.

Did you know there is an actual mystical in waterfall? How is it formed? Another way in which a waterfall can occur is when the water flows over a soft rock bed which is located over a hard bed of rock. But, have you ever felt something differently by observing a waterfall? It is identical to the devil who lives in the wild.

Airnya sangat tinggi dan deras mengairi batu-batu lonjong yang mirip dengan cula Badak. Di bagian kiri dari pandangan saya juga nampak Curug kecil yang menggenapkannya. Ia tak sendirian tapi seperti panglima yang ditemani ajudannya. Curug Badak terlihat gagah karena ornamen eksotis seperti Nephrolepis tumbuhan paku mengindahkan sisi kiri dan kanannya. Dari air yang mengairi batu-batu lonjong seperti cula Badak itu akhirnya Curug ini resmi dinamai curug Badak. Bukan berarti pernah ada Badak yang tersesat di sini atau  Badak yang ikut mandi lalu dinamai Curug badak.

Curug adalah miniatur alam semesta yang sama lembabnya seperti gunung dan lautan. Tempat-tempat yang lembab biasanya lebih disukai makhluk halus sebagai rumah dari kebisingan manusia. Dan tak sedikit masyarakat memililih Curug sebagai tempat meditasi atau syarat penyucian jiwanya (Tazkiyatun Nafs).

Penyucian jiwa tak ada di kota saat kau melihat gedung-gedung tinggi atau berdialog dengan orang lain, penyucian jiwa bisa saja melalui muhasabah atau penghayatan dalam salat. Tapi Sebagai manusia, saya percaya kalau tempat penyucian jiwa ada pada alam semesta di antaranya Gua, Curug dan Gunung. Itu pun tergantung sudut pandangan orang yang mempercayainya meskipun tak semua Gunung, Curug atau Gua bisa dijadikan tempat pemurnian melainkan beberapa tempat tersebut adalah patilasan para waliyullah.

Bagi saya, ada dua jenis penyucian jiwa yang dilakukan sebagian orang di alam semesta. Penyucian untuk tujuan tertentu di mana ia diminta guru spiritual untuk melakukan ritual atau penyucian karena keyakinan sendiri bahwa alam semesta adalah pembaharuan untuk melahirkan kembali jiwa yang lebih suci bagi orang-orang yang selalu ingin lebih dekat dengan penciptanya.

Alam adalah pembaharuan, perenungan, dan penyerahan. Alam adalah tempat mengikat atau melepaskan apa yang ada dalam diri manusia. Terikat dengan alam berarti harus siap dengan segala konsekuensi yang ada di dalamnya. Bertamu ke alam adalah menyerahkan diri, di mana ketika pengunjung tak bersikap sopan, maka ia selalu celaka. Alam tak hanya di isi oleh manusia itu sebabnya kita harus menanamkan etika yang baik ketika bertamu ke dalamnya. Kita tak boleh mengambil apa yang tak seharusnya di ambil, tak boleh mengeluarkan kata-kata yang tak layak di utarakan.  Pergi ke alam berarti menyerahkan diri untuk lebih dekat dengan sang pencipta, melepaskan ego, berjalan ke dalam diri dengan mengagumi keindahan, dan menghormati kesinambungan tumbuhan dengan partikel-partikel lain di dalam hutan.

وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ

Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran,lalu kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya kami benar-benar kuasa melenyapkannya. QS. 23:18

 

 

 

 

 

8 thoughts on “Curug Badak dan Eksistensial Alam Semesta

Add yours

  1. Tulisannya sangat menginspirasi banget ,,menjiwainya dapet di setiap ceritanya.. Lanjutkan Terus karyanya rinalusiana 👍

  2. betapa bahagianya curug tersebut, karna pernah dikunjungi oleh orang yang sangat menghargai dan mencintai alam seperti lusianarna,,lain kali berkunjung ke curug cimanintin yang ada di cekos yuu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Baskerville 2 by Anders Noren.

Up ↑